Rabu, 06 Januari 2016

Poster TBC



























TBC merupakan penyakit yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Poster ini memberikan informasi mengenai apa itu TBC. Gejala yang ditimbulkan adalah keringat dingin yang keluar pada malam hari, batuk yang tak kunjung sembuh, nyeri dada, dan tidak nafsu makan. Jika ada gejala seperti itu maka segera untuk konsultasi ke dokter, lakukan tes rontgen dan mantoux untuk mengetahui apakah menderita TBC atau tidak. Bila positif maka minumlah obat dengan teratur agar sembuh. Bagi kalian ada cara mudah untuk mencegah penyakit TBC antara lain makan makanan yang bergizi, gunakan masker, dan olahraga secara teratur. Semoga informasi ini dapat bermanfaat. Terima Kasih

Kamis, 31 Desember 2015

HAY FEVER

Apa itu hay fever?


Hay fever adalah gangguan sistem kekebalan tubuh yang ditandai dengan respon alergik terhadap serbuk bunga atau lainnya. Dikenal juga sebagai rinitis alergi, ada dua tipe: musiman, yang terjadi hanya saat musim tertentu di mana tanaman tertentu menyerbuk, dan perenial, di mana terjadi sepanjang tahun. Orang dengan hay fever sepanjang tahun (perennial) biasanya alergi terhadap satu atau lebih alergen di dalam rumah. Ini termasuk kutu debu rumah, atau bulu-bulu, semua mungkin ditemukan di bantal, seprai, karpet, atau gorden. Alergen umum yang lain adalah jamur, biasanya ditemukan di tempat yang lembab seperti kamar mandi dan ruang bawah tanah (basement) (Charles dkk, 2001).


Bagaimana bisa terjadi?
Jika seseorang menderita hay fever (rinitis alergi), itu akibat sistem kekebalan tubuh menganggap serbuk sari atau debu yang sesungguhnya tidak berbahaya sebagai zat berbahaya menyerang tubuh kita. Sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan, kemudian menghasilkan substansi kimia seperti histamin dan lekotrin ke dalam aliran darah, yang mengakibatkan peradangan di saluran hidung, sinus dan kelopak mata, juga bersin-bersin. Semua gejala tersebut dimaksudkan untuk melindungi tubuh kita baik dengan mengeluarkan alergen (misalnya, bersin), atau menjadikan bengkak bagian tubuh, seperti saluran hidung, sehingga alergen tidak dapat masuk. Pembengkakan membran hidung dapat menutup drainase sinus dan menyebabkan sinusitis. Rinitis dapat juga berhubungan dengan polip hidung, suatu tumor kecil yang non-kanker. Mimisan juga sering terjadi saat serangan hay fever.
Hay fever hampir selalu diturunkan secara genetik. Mayoritas pasien dengan hay fever memiliki orang tua atau saudara kandung yang juga memilki alergi. Orang dengan asma atau eksim (dermatitis alergi atau gatal-gatal akibat alergi zat atau makanan tertentu) mempunyai kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan hay fever. Sekitar sepertiga dari mereka yang memiliki rinitis alergi setidaknya juga mengalami asma ringan, intermiten (hilang timbul) yang berhubungan dengan alergi. (Edward and Rakel, 2005).



Bagaimana pengobatannya?
Cara terbaik adalah dengan menghindari alergen yang telah diketahui dan zat lain yang dapat merangsang (seperti asap dan debu). Kasus ringan biasanya dapat dikontrol dengan obat-obatan over-the-counter, antihistamin non-sedatif (tidak menyebabkan kantuk, nama generik loratadin), satu kali sehari saat musim alergi. Antihistamin lebih efektif jika diminum tiap hari saat musim alergi daripada diminum setelah muncul gejala-gejala alergi. Begitu histamin dikeluarkan ke dalam darah kita, antihistamin tidak dapat menghilangkan gejala-gejala yang telah muncul. Ia hanya dapat mencegah pelepasan histamin berikutnya.
Fenilefrin dan pseudoefedrin adalah dekongestan yang membantu melegakan jalan napas. Jika seseorang mengkonsumsi obat-obatan jantung atau antibiotik eritromisin atau antijamur ketokonazol, konsultasikan dengan dokter jika ingin mengkonsumsi obat-obatan dekongestan dan antihistamin untuk mencegah interaksi obat. Beberapa obat semprot hidung dapat mengandung dekongestan dan antihistamin. Obat semprot hidung ini membantu mengurangi nyeri dan gatal dengan cara mengurangi pembengkakan dan peradangan saluran napas. Obat semprot hidung ini sebaiknya tidak digunakan selama tiga hari berturut-turut karena dapat memberikan efek balik (rebound) dan memperparah sumbatan hidung (Depkes RI, 2008)



Bagaimana pencegahannya?
Walaupun kecenderungan untuk mendapatkan hay fever ada di dalam gen setiap orang, gejala-gejala alergi yang ada dapat dicegah dengan mencoba beberapa langkah pencegahan dan waspada terhadap beberapa tanda alergi sebelum terjadi. Konsultasikan dengan dokter ahli alergi untuk saran-saran khusus yang dapat membantu anda. Juga perkuat pertahanan tubuh dengan hidup sehat termasuk pola makan sehat dan olahraga teratur. Kurangi polutan dan racun-racun dari sekitar sebisa mungkin dengan menjaga kebersihan dalam rumah dan halaman. Sebisa mungkin tidak dilakukan sendiri jika anda mengidap alergi. Cara terbaik untuk menghindari gejala alergi adalah dengan menjauhi asap dan debu, juga alergen lain – sesuatu yang seringkali tak mudah dilakukan.








DAFTAR PUSTAKA
Charles; Paul Travers; Mark Walport; Mark Shlomchik, 2001, Immunobiology Fifth Edition. Garland       Scienc, New York & London
Departemen Kesehatan RI, 2008, IONI, Departemen Kesehatan RI, Jakarta
Dorland, 2002, Buku Saku Kedokteran, EGC, Jakarta
Edward T and Rakel, Robert E, 2005, Conn's Current Therapy 2005, W.B. Saunders Compan, Philadelphia

Selasa, 29 Desember 2015

TBC merupakan suatu penyakit yang sudah tidak asing bagi kita semua. Melalui poster ini akan memberikan sedikit mengenai apa itu TBC. COming soon on Januari 2016

Senin, 28 Desember 2015

A Short Story In Christmas Day (Akfarku Inspirasiku)

Halo namaku David. Aku anak pertama dari 2 bersaudara dan aku memiliki adik cowo yang umurnya hanya terpaut 1 tahun dari aku. Aku ingin share sedikit soal pengalamanku, khususnya bidang pendidikan. Dari SD hingga SMP aku bersekolah yang nyaman bagiku, hingga pada saat melanjutkan sekolah setelah SMP membuatku bingung apakah harus masuk SMA atau SMK. Setelah melalui pertimbangan aku memutuskan untuk masuk ke SMK tepatnya SMK Farmasi Theresiana. Banyak yang beranggapan bahwa sekolah farmasi itu susah dan masih banyak lagi, namun haruslah selalu mendekatkan diri ada Tuhn agar mendapat penyertaan dalam setiap keadaan apapun. Di sini suasananya sangat berbeda sekali, yang kelihatan berbeda adalah teman sekolah yang mayoritas cewek. Aku sempat shock, namun setelah beberapa hari bersekolah aku dapat beradaptasi dengan teman-teman baruku. Kuncinya adalah saling menghormati dan menganggap orang lain lebih penting dari diri kita sendiri. 3 tahun dapat kulalui dan lulus dari SMK Farmasi Theresiana. Lulus dari situ aku melanjutkan studiku di Akfar Theresiana Semarang, kebetulan masih satu yayasan dengan SMK Farmasi Theresiana. Selama 1 tahun pertama kuliah di Akfar Theresiana, aku sempat bekerjas di salah satu industri farmasi di Semarang. Selama aku melakukan kegiatan kuliah sambil bekerja aku sempat merasakan kalau waktu 24 jam yang diberikan Tuhan itu kurang. Aku merasakan bahwa waktu berjalan sangat cepat. Yang bisa kulakukan saat itu hanyalah mendekatkan diri pada Tuhan dan mengerjakan bagianku dengan sebaik-baiknya. Hasilnya aku mendapatkan hasil yang cukup baik di tahun pertamaku kuliah, namun karena suatu alasan aku berhenti bekerja dan hanya menjalankan aktivitas kuliahku saja. Teman-teman kuliahku tidak jauh berbeda dengan teman sewaktu sekolah dulu sehingga aku tidak kesulitan untuk beradaptasi kembali. Di perkuliahan komunikasi menjadi hal yang terpenting baik terhadap dosen ataupun teman sendiri. Pernah yang saya alami bersama teman-teman saya terjadi salah komunikasi dengan dosen yang secara tidak langsung merugikan semuanya. Dari kejadian itu kami lebih berhati-hati dalam menyampaikan sebuah informasi. Berubah untuk menjadi lebih baik tidak perlu untuk menunggu sesuatu,berubah saat itu juga. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca post saya. Tak lupa saya mengucapkan Selamat Natal, kiranya damai sejahtera Kristus Yesus menyertai kita selamanya. AMIEN

The First Noel - Billy Simpson feat. JPCC Choir



NOEL